Wednesday, June 6, 2012

Mengenal Persepsi dari Sang Mahaguru di Batu Janda

Sang Mahaguru yang terkesan angkuh dan sangat berwibawa, membawa beberapa muridnya ke sebuah tempat di pinggir sebuah sungai yang karena liukannya diberi nama layaknya sebuah ular. Di tempat itu kami belajar sesuatu tentang persepsi, bukan dalam konteks geologi melainkan lebih secara umum.

Persepsi merupakan sebuah bentukan pemikiran atau gagasan yang bersifat idealis (dari dalam pikiran). Persepsi terbentuk bisa diawali dari apa yang kita tangkap dari indra kita (empiris) tetapi pada akhirnya bahkan bisa menutup pikiran kita dari apa yang telah kita tangkap. Dalam dunia filsafat perang antara materialisme, dan idealisme merupakan perang tiada akhir sebelum Emannuel Kant mendamaikan keduanya (setidaknya begitu yang diceritakan seorang kawan kepada saya).

Tempat dimana sang mahaguru membawa kami disebut Batu Janda (Waturanda) - konon katanya disitu pernah ada seorang pengantin baru yang kehilangan suaminya. Di tempat tersebut sang mahaguru mengajarkan kami sebuah proses berpikir dan berdialog dengan batu (hal yang abstrak untuk anda yang bukan geologist, tetapi percayalah ini adalah hal yang umum). Dalam berdialog dengan batu kita harus memiliki persepsi dulu, bukan persepsi yang murni timbul dari ide kita melainkan yang didasarkan pada proses empiris yang general (observasi birdview). Ketika kita berusaha membentuk persepsi awal selayaknya kita harus memegang prinsip ironi Socrates: semakin kita tahu semakin banyak kita tahu ada banyak hal lain yang tidak kita ketahui. Dengan berdasarkan prinsip ini kita dituntun untuk menguji persepsi awal kita dengan sesuatu yang lebih empiris

...... akan dilanjutkan  

Tuesday, June 5, 2012

Sebuah Awal (Kehidupan Asrama)


Malam ini adalah malam yang tidak biasa, malam ini adalah malam pertama kami di karangsambung. Kawah Candradimuka bagi calon geologist, begitu kata Pak Dardji.

Layaknya sebuah malam pertama (apapun itu) selalu dibumbui dengan hal-hal baru, terkadang mengasyikkan, mengejutkan, atau bahkan memabukkan (naonnn???), salah satu yang cukup mengesankan yang kami alami malam ini adalah perkenalan kami dengan aturan asrama yang cukup unik ketika makan malam, yaitu:

  • makan ketika semua orang sudah berkumpul
  • berdiri saat para dosen masuk
dan 
  • pidato setelah makan oleh dosen
Hmmmm terkesan seperti makan malam di Hogwarts pikir ku, penuh dengan aturan yang unik. Disamping aturan-aturan yang unik saat makan malam, ada juga aturan, dan kebiasaan yang tidak terlalu asik juga, seperti kuliah malam dan tugas malam yang super siksa misalnya. 

Aku sendiri tidak merasa keberatan dengan aturan-aturan ini, malah tanpa sadar aku sedikit menyukainya. Kehidupan kami yang penuh dengan egoisme dan romatisme kemahasiswaan untuk satu bulan ini harus ditahan dan dikekang oleh berbagai macam aturan, dan kebiasaan unik yang baru (dan akan) kami ketahui selama di kampus alam ini.

Selayaknya sebuah cerita silat, dimana jagoan-jagoannya biasanya mengawali karir persilatannya dengan berlatih dan ditempa di sebuah padepokan oleh para gurunya dengan keras dan ‘siksa’, pun demikian dengan kami para calon geologist yang akan ditempa di padepokan karangsambung oleh para guru dan mahaguru geologi Indonesia.
Ini adalah awal bagi kehidupan kami di dunia geologi, kami berharap kami bisa mengawalinya dengan mantap :).

"Permulaan yang baik bagaikan telah menyelesaikan setengah pekerjaan"
Dardji Noeradi 

Selamat Malam broers

Halo Dunia !

Halo! Selamat pagi, siang, sore, malam, atau pun selamat tidur, perkenalkan, kami BARUDAK TOTOGAN SATU!  Kumpulan  4 mahasiswa teknik geologi ITB dari berbagai penjuru Indonesia yang terdampar di asrama Totogan kamar nomer Satu saat kuliah Lapangan Karangsambung. Seiring dengan postingan pertama ini, kami ucapkan “Selamat menikmati blog ala Barudak Totogan Satu”!